Jujur, gw kecewa banget liat kelakuan para pejabat yang lebih sibuk jilat atasan demi citra nya sendiri daripada beneran kerja. Banyak yang gayanya kayak pahlawan di depan kamera, tapi pas ada masalah, anak buah yang dijadiin tumbal.
Ada beberapa poin yang bikin gw miris:
Haus Validasi: Pimpinan lebih fokus dibilang loyal sama Gubernur/Bupati daripada ngurusin program yang jelas.
Lepas Tangan: Kalau sukses diklaim sendiri, kalau gagal staf yang disalahin.
Gaji Lancar, Kerja Ugal-ugalan: Miris liat yang kerjaannya cuma duduk manis tapi tunjangan jalan terus, sementara staf di bawahnya lembur sampe tipes demi laporan kelar.
Staf Kerja Keras, Atasan yang Dapat Nama
Paling sedih itu liat tenaga ahli dan staf yang beneran all-out. Mereka yang mikir, mereka yang begadang, tapi pas hasilnya bagus, atasan yang tampil di depan publik seolah itu hasil keringat dia. Hak-hak orang dibawahnya sering diabaikan, seolah tenaga mereka itu gratisan.

Posting Komentar