WILLMET
WILLMET adalah blog santai untuk belajar IT, coding, SEO, dan dunia digital. Semua dibahas ringan, cocok buat pemula yang mau mulai dari nol.

Kesalahan Umum dalam Membuat Flowchart dan Cara Menghindarinya

Flowchart sering salah dibuat. Kenali kesalahan umum dalam membuat flowchart dan cara menghindarinya agar lebih jelas dan efektif.

Kesalahan Umum Flowchart - Flowchart adalah alat bantu visual yang dipakai untuk menggambarkan alur proses, baik di dunia pemrograman, bisnis, maupun manajemen. Namun, banyak orang terutama mahasiswa atau pemula masih sering salah dalam membuat flowchart. Akibatnya, flowchart jadi membingungkan, tidak rapi, dan sulit dipahami. Artikel ini akan membahas kesalahan umum dalam membuat flowchart serta cara menghindarinya.


Kesalahan Umum dalam Membuat Flowchart

1. Menggunakan Simbol yang Salah

Flowchart memiliki standar simbol, misalnya oval untuk start dan end, persegi panjang untuk proses, dan belah ketupat untuk keputusan. Kesalahan umum adalah memakai simbol sembarangan, misalnya pakai persegi panjang untuk semua langkah.


Cara menghindarinya: Pelajari standar simbol flowchart dan gunakan sesuai fungsinya. Ini akan memudahkan orang lain memahami diagrammu.


2. Alur yang Tidak Jelas

Flowchart seharusnya memudahkan pembaca melihat langkah-langkah proses. Namun, alur yang berantakan, garis yang melintang ke mana-mana, atau tidak adanya arah panah jelas bikin pembaca bingung.


Cara menghindarinya: Buat alur dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan secara konsisten. Gunakan panah untuk menunjukkan arah proses dengan jelas.


3. Terlalu Rumit dan Penuh Cabang

Flowchart yang terlalu detail bisa membuat orang malas membacanya. Salah satu kesalahan terbesar pemula adalah mencoba memasukkan semua detail kecil ke dalam satu diagram.


Cara menghindarinya: Buat flowchart sederhana dengan fokus pada inti proses. Jika proses terlalu besar, pisahkan menjadi sub-flowchart.


4. Tidak Ada Titik Mulai dan Selesai

Banyak flowchart yang langsung “loncat” ke proses tanpa tanda start atau tidak menunjukkan kapan proses selesai. Ini bikin diagram terasa menggantung.


Cara menghindarinya: Selalu gunakan simbol oval di awal (Start) dan akhir (End). Dengan begitu, pembaca tahu kapan proses dimulai dan berakhir.


5. Penggunaan Teks yang Membingungkan

Kadang, isi dalam simbol terlalu panjang, menggunakan bahasa teknis yang rumit, atau tidak konsisten. Akibatnya, flowchart tidak enak dibaca.


Cara menghindarinya: Gunakan kalimat singkat dan jelas. Jika ada istilah teknis, usahakan konsisten dan tidak berubah-ubah.


6. Tidak Konsisten dalam Layout

Kesalahan lain adalah penempatan simbol yang acak: ada yang miring, tidak sejajar, atau ukurannya berbeda-beda. Ini membuat flowchart terlihat tidak profesional.


Cara menghindarinya: Gunakan grid atau software diagram untuk menjaga kerapian. Buat semua simbol dengan ukuran seragam agar flowchart mudah dibaca.


7. Mengabaikan Simplicity dan Audience

Banyak orang membuat flowchart hanya untuk dirinya sendiri tanpa memikirkan siapa pembacanya. Padahal, flowchart sering dipakai untuk komunikasi tim.


Cara menghindarinya: Selalu buat flowchart dengan mempertimbangkan siapa yang akan membacanya. Kalau untuk tim non-teknis, pakai istilah sederhana.


Tips Membuat Flowchart yang Baik

Selain menghindari kesalahan di atas, berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan:

  • Mulai dari draft sederhana. Coret-coret di kertas sebelum masuk software.

  • Gunakan software khusus. Misalnya Lucidchart, draw.io, atau bahkan PowerPoint untuk pemula.

  • Jaga konsistensi visual. Panah, simbol, dan teks harus seragam.

  • Gunakan warna seperlunya. Warna boleh dipakai untuk membedakan bagian, tapi jangan berlebihan.

  • Uji kejelasan flowchart. Coba minta teman membacanya, kalau mereka bingung, berarti ada yang perlu diperbaiki.


Contoh Kasus, Flowchart Algoritma Sederhana

Bayangkan kamu membuat flowchart untuk mengecek apakah sebuah angka genap atau ganjil. Kesalahan yang sering muncul:

  • Langsung menulis "input angka" tanpa start.

  • Memakai simbol proses untuk keputusan.

  • Menulis teks panjang seperti “cek apakah angka habis dibagi dua tanpa sisa”.

Versi yang benar:

  1. Oval (Start)

  2. Persegi panjang: Input angka

  3. Belah ketupat: Angka mod 2 = 0?

  4. Panah keluar ke dua hasil:

    • Jika Ya → Cetak "Genap"

    • Jika Tidak → Cetak "Ganjil"

  5. Oval (End)

Dengan mengikuti aturan simbol, alur jelas, singkat, dan mudah dipahami.


Flowchart adalah alat sederhana tapi sangat berguna untuk menjelaskan alur proses. Sayangnya, banyak pemula melakukan kesalahan seperti salah simbol, alur berantakan, atau terlalu rumit. Dengan memahami kesalahan umum dan tips yang sudah dibahas, kamu bisa membuat flowchart yang lebih rapi, jelas, dan mudah dipahami siapa saja.

Posting Komentar